Tuesday, April 29, 2014

"KESABARAN DALAM PENANTIAN"

Ketika rahasia dihijrahkan menjadi kata benda ,Ia menawarkan pilihan
Bersabar, atau memaksa menguaknya

Bersabar menanti kejutan indah di balik rahasia

Atau, terhempas sakitnya kecewa karena memaksa


Sabar kini, jauh lebih bijaksana daripada tersiksa nantinya

Bismillaahirrahmaanirrahiim.





Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh..

Saudaraku, pernah jatuh cinta? Atau merasakan kagum yang tak biasa pada seseorang? Atau paling tidak, memiliki harapan yang sempat terlabuhkan?

Ah, patutnya kita jawab tanya itu di hati kita masing-masing.

Namun kini, mari kita bicara. Untuk yang pernah merasakan cinta. Hati yang pernah merasakan sakitnya, hati yang kembali sadar bahwa cinta tak seharusnya ada sebelum hadiah ALLAH itu datang. Hadiah yang sarat dengan kejutan dan perhiasan kebahagiaan. Berupa suami, atau isteri. Atau pasangan sejati kita, till death do us part.

Ketika kita (masih) sendiri, sementara di sepanjang hiruk-pikuk perjalanan waktu ada saja pasangan yang memamerkan kemesaraannya. Entah dalam bentuk kehalalan hubungan, atau kelaknatan tingkat gawat. Mungkin kadang rasanya berat, seperti kata teman aku.
“Kok aku doang yang nggak pacaran? ><.” Atau kata teman aku yang lain, “Jangan-jangan aku jelek banget ya,? Nggak ada yang deketin ><.”

Hmm..

Sendiri bukan berarti tidak sanggup Tak di-‘PDKT’kan bukan berarti ‘nggak laku’. Melainkan itulah anggai penghormatan ikhwan pada akhwat yang menjaga diri. Inilah pilihan. Dan di balik pilihan yang baik, selalu ada ruang bagi kejutan tak terprediksi. Insya ALLAH..

Sendirian bukan berarti tidak jantan. Berjenggot dan selalu menunduk bukan berarti kurang pergaulan. Justru itu menjadikanmu terhormat. Inilah pilihan. Dan di balik pilihan yang baik, selalu ada ruang bagi kejutan tak terprediksi. Insya ALLAH..

Heeem,,,,, lalu mari kita geser sedikit topik kita.

Mungkin, ketika kita telah begitu kagum pada seseorang, ia ‘berpaling’, lalu mendidihkan kekecewaan di periuk hati ini. Atau mungkin, kita mendengar berita tak enak tentangnya, yang memangkas kriteria untuk sebuah kekaguman. Atau bahkan ia malah pacaran, sebuah hubungan yang sekuat tenaga kita tahan sampai masa NPSP (Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan) datang. Kekaguman yang sudah mendidih demikian hebat harus membeku di bawah derajat nol Fahrenheit.

Saudara/iku, satu-satunya idola yang sempurna, hanya Rasulullaah. Maka tak perlu rasanya, kita mengagumi orang setinggi itu. Kita sendiri nanti yang kecewa. Kita dan ia sama-sama dhaif. Kita bisa saja berbuat salah, lalu mengapa ia tidak? Tak perlu kita menyibukkan diri ‘kecewa’ dengan akhlak idola yang tak lagi sesuai harapan. Lebih baik kita menjaga diri kita dulu, menguatkan diri kita dulu. Sambil terus berdoa, semoga bagi orang-orang yang dipenuhi ketidaksabaran ALLAH beri kekuatan, kelembutan dan gelombang cahaya paling manis bernama hidayah. Aamiin..

Lalu, jika mungkin pernah sebuah rasa hinggap di hati kita, apa ia harus dipertahankan? Atau harus dikenang sampai badan gemetaran? Entahlah, menurut ana jawabannya tak pasti. Karena dalam setiap jawaban, selalu ada ruang bagi pilihan.

Hanya dua hal yang berani aku sampaikan;

Pertama, ketika kita mengagumi seorang dalam kagum tingkat gawat, apa ia yang yang dikagumi kelak menjadi jodoh kita, Saudaraku? Entahlah. Itu rahasia, tak sepantasnya kita berusaha menguak duluan rahasia ALLAH. ALLAH yang memiliki rahasia itu, maka biarlah kelak Ia yang membukanya, pada masa dan tempat yang tak masuk dalam rekaan. Insya ALLAH. :)

Kedua, ketika kita terluka saat melihat orang yang kita kagumi melakukan hal yang tak pernah kita bayangkan, apa sang jodoh bisa terima, kita telah ‘berserah’ pada orang yang salah? Ah, entahlah. Itu bukan rahasia, karena di sana ia tengah menanti kita. Maka jangan kita rusak penantian itu dengan ketidaksabaran kita..

Saudara/iku.. Mungkin, satu-dua di antara yang membaca tulisan ini sedang jatuh hati pada orang yang nasib kita dengannya masih kabur. Mungkin, sedang ada di antara pembaca yang sedang kecewa dan patah hati macam tersengat gerombolan lebah jantan. Mungkin, ada di antaranya yang sedang dekaaat sekali, dengan seseorang, tanpa tahu bahwa kedekatan itu adalah isyarat akan sebuah rasa yang telah berhinggap.

Mari kita nukil sekali lagi:

“… Sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) ALLAH itu, pasti datang…” (Q.S. al‘Ankabuut: 5)

Jadi, walau kita memaksa dan menangis darah keadaan berubah saat ini juga, takkan ada yang berubah tanpa izin dari-Nya. ALLAH punya cara, punya rencana di tiap skenario kehidupan. Saat ini kita ingin ada yang mengisi hati dan hidup kita, mungkin itu bukan waktu dimana janji ALLAH telah berjawab. Sebab jika janji itu terjadi nanti, insya ALLAH, kita akan baik-baik saja..

Saudara/iku, tulisan aku hadir untuk mengingatkan anda dan diri aku pribadi. Adalah sebuah kenyataan yang harus diingat sampai hadiah itu datang. Bahwa masa sendiri ini akan berakhir. Masa kita terluka karena sesaknya hidup sendiri, masa kita terhempas karena tidak ada yang menyediakan sandaran, insya ALLAH akan berakhir. Jika tidak hari ini, mungkin esok, mungkin setelah lulus kuliah, mungkin setelah bekerja. Atau jika tidak, mungkin kelak, di Firdaus, ALLAH penuhi janji yang sempat mengabur di penglihatan kita. Insya ALLAH.. :)

“Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (QS. An Nuur : 26).

Lalu, jika kita sudah bersabar, InsyaALLAH, Ia tengah menyiapkan seseorang yang juga sabar menanti kita. Layaknya sebuah pecahan piala kaca yang terbungkus di etalase, menanti pecahan lain yang juga terbungkus etalase di seberang sana. Layaknya sepasang sepatu, yang tak terpisah, tapi terlihat berbeda. Pasangan yang bersatu karena berbeda, karena kesabaran menanti jemputan.

Mari sama-sama kita meraba hati, ucapkan padanya dengan lembut dan tulus, “Bersabarlah.. Sebentar lagi ia akan datang..” Benar, walau tampak fisik kita sendiri, tapi jauh di hati ini.. Kita dan ia telah menyatu dalam buhul yang telah ALLAH ikatkan sejak dulu. Kita dan ia telah menyatu lewat penantian dalam kesendirian. Lewat penantian dalam kesabaran.

Saudaraku.. Rahasia ALLAH selalu menawarkan pilihan. Dan di balik setiap pilihan, selalu ada ruang bagi konsekuensi. Maka semoga kita pandai memilih pilihan terbaik untuk segala jenis keletihan menanti jodoh; sabar. :) Aamiin..

Yuk, semangat!

(Semoga bermanfaat :)

By: igo murfhy 

Thursday, March 6, 2014

7 LELAKI YANG MESTI DIABAIKAN

1. Lelaki yang mencuri perhatianmu. Tapi nggak berani mencuri hati orang tuamu.
2. Lelaki yang berani mengatakan I love you. Tapi kaku mengatakan I will marry you!
3. Lelaki yang fasih mengatakan cinta tapi ragu melafadzkan ayat-ayat cintaNya
4. Lelaki yang suka memberikan harapan. Tapi nggak pernah memberikan kepastian.
5. Lelaki yang suka umbar janji. Tapi nggak pernah memberikan bukti
6. Lelaki yang terlihat soleh padahal salah. Yang terlihat 'alim padahal zalim.
7. Lelaki egois yang serba ingin dipahami dan dimaklumi. Tanpa pernah memahami dan memaklumi.




“CINTA or LOVE”

“cinta mestinya bagai udara yang membuat kita selalu memiliki harapan”
“cinta mestinya bagai sepasang sayap yang membawa kita terbang tinggi.”
“tapi cinta juga mestinya bagai lukisan yang tak kunjung selesai, dengan begitu kita tak pernah meninggalkannya.”

Sepengggal karya asma nadya menggugah rasa dan pikiran ku untuk memahami dan memaknai kata dari “cinta”. Cinta adalah anugrah yang patut kita syukurin, karenanya tak semua orang benar-benar merasakan cinta yang sesungguhnya. Mungkin saat ini aku merasakan cinta itu, saat aku melawan rasa, asa, ruang dan waktu tentang seseorang. Sekuat  bagaimanapun aku berdalih atas cinta ini, Aku semakin gila dibuatnya. Aku tak pernah punya rencana pada siapa aku harus menjatuhkan hati ini, bahkan siapa yang bisa memilih pada siapa dia harus jatuh cinta. Karena sejatinya Cinta adalah anugrah Rahasia-Nya yang unik dan tak ada yang bisa menjelaskan kenapa kita jatuh cinta pada seseorang, karena cinta yang berasala dari-Nya tidak akan pernah bisa menjelaskan kenapa dia bisa jatuh cinta kepada seseorang.


Aku mengerti saat cinta ini mungkin tak akan pernah berbalas, mungkin aku hanya bisa memilikimu dalam diam, angan, harapan dan impian.Tidak Lebih dari itu. Beribu kata motivas dan nasehat para sahabat telah aku telan, tapi itu semua tak merubah apa yang aku rasakan. Cinta memang aneh, datangnya tak pernah di duga dan perginya pun tak pernah bisa diusir. Hanya waktu, yaaappz  only time.


“Cinta tidak egois jika mengerti arti cinta”
 “Cinta tidak berdusta jika  seseorang tidak mengakhiri”


“Cintaku pada-Nya tidaka akan pernah usang karena cinta dari segala cinta berasal dari-Nya. Sang penguasa yang membolak balikkan hati tiap insan.”

 

Wednesday, February 5, 2014

SAJAK CINTA

Wahai “Seseorang” yang tak pernah aku tahu
Entah kenapa aku begitu merindukan mu
Segala pikiran ku t’lah ku alihkan, namu tetap saja terseita oleh mu

Wahai “Seseorang” yang tak pernah aku temui
Aku tak mengerti apa yang aku rasakan
Perasaan yang begitu menyiksa batin ini
Apakah aku harus selalu menanti dalam angan?

Aku hanya makhluk biasa yang tak bisa  mengendalikan perasaan ini
Dan terkadang melumpuhkan semua logika ku
Yang dipermainkan oleh perasaan rindu yang tak pernah aku mengerti
Aku memang tak pandai mengutarakan isi hati,karena  aku terlalu takut untuk kehillang mu

Mungkin diam adalah jalan yang terbaik untuk ku
Dengan untaian kata-kata yang  tak seindah hati mu
Aku sampaikan lewat bait bait sajak cinta ku
Seberapa besarpun cintaku padamu?
mungkin engkau takkan pernah tahu
Karena aku lebih memilih diam dari permainan kasih sayang amanah Sang Kuasa
Hanya dengan Tawakal dan bersabar diri aku serahkan semua kepada Sang Maha Kuasa karena itu adalah sebagian dari Kunia-Nya